detiknews, bbcnews, cnn

Kamis, 09 Februari 2012

SITUASI DAN KONDISI SETIAP JAMAN KECIL - JANGKA TANAH JAWA -

A. JAMAN KALI SWARA

1. Jaman Kala Kukila
Kukila artinya burung. Jaman Kala Kukila ini menandakan bahwa kehidupan manusia masih seperti burung. Tidak memiliki tempat yang tetap. Pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, yang dapat member makan padanya. Masih berlaku hujum rimba. Siapa yang kuat dialah yang menang. Tidak ada raja atau pemerintahan. Dihitung sejak tahun 1 hingga tahun 100.


Jaman Kala Kukila terbagi menjadi masa kala:
PAKRETI : artinya pekerjaan. Artinya diwaktu itu orang-orang hanya melulu kerja.
PRAMANA : artinya waspada. Di jaman itu banyak orang yang menemukan barang-barang mulia dari dalam tanah.
PRAMAWA : artinya terang. Di waktu itu banyak orang yang mulai mengerti hal-hal yang gaib-gaib.

Perlu diketahui, penghuni pada waktu itu sudah mulai banyak yang mempunyai keturunan. Juga mulai barter (tukar menukar), sebab belum ada mata uang.

2. Jaman Kala Buddha
Disebut jaman Buddha sebab dianggap jaman tunduk. Waktu itu tanah Jawa mulai ada kekuatan, pemerintahan di bawah Sri Paduka Raja Mahadewa Budda yang disembah seluruh orang Jawa, sebab dia adalah Sang Hyang Girinata yang menitis di bumi, sebagai raja Medang Kamulan yang pertama (tahun 101 – 200).

Dibagi menjadi masa kala:
MURTI : artinya kekuasaan. Karena pada waktu itu telah ada kekuasaan, kerajaan Medang Kamulan, dengan rajanya Sri Paduka Raja Maha Dewa Budda atau juga disebut Resi Maha Dewa Budda.
SASMRETI : artinya jaman peraturan. Waktu itu sudah ada peraturan. Orang-orang sudah mengikuti peraturan agama Budda (Hindu), yang dibagi menjadi enam bagian, yaitu : agamanya Sang Hyang Sambo, agamanya Sang Hyang Brahma, agamanya Sang Hyang Endra, agamanya Sang Hyang Wisnu, agamanya Sang Hyang Bayu dan agamanya Sang Hyang Kala. Semuanya itu dijalankan bersama-sama.
MATAYA : artinya mukswa. Sebab di waktu itu mulai banyak orang Jawa yang memiliki kekuatan dan kepandaian tinggi dan berusaha menjadi Dewa.

3. Jaman Kala Brawa
Masa tumbuhnya agama. Disebut jaman Kala Brawa karena dianggap jaman yang menyala. Di waktu itu banyak Dewa-dewa yang turun ke bumi untuk menjadi raja, sejak Sang Hyang Girinata, kemudian Sang Hyang Brahma. Orang-orang mulai mengatur kaidahnya terhadap Dewa, karena Dewa-dewa tersebut mulai menyebarkan ilmunya, tahun 201 – 300.

Dibagi menjadi masa kala :
WEDA : pengetahuan. Banyak orang Jawa yang mencari ilmu pengetahuan, sebab yang menjadi raja adalah Dewa itu sendiri.
ARCANA : tempat bersembah. Sudah banyak orang yang membuat tempat persembahyangan sendiri sesuai agamanya masing-masing.
WIRUCA : meninggalkan. Banyak sekali orang Jawa yang kehilangan kejujurannya, sebab sudah banyak yang terkena angkara murka, masing-masing mencari keluhurannya sendiri-sendiri.

4. Jaman Kala Tirta
Berpisahnya pulau Jawa dengan pulau Sumatra. Tirta artinya air. dalam jaman Kala Tirta itu air banyak berbicara. Di sana-sini sering banjir. Bahkan air laut naik ke atas, ada beberapa daratan yang tenggelam, sehingga memutuskan pulau Jawa dan Sumatra. Waktu itu yang menjadi raja Sri Maharaja Kano di Purwacarita, sampai raja Watugunung di Gilingwesi. Peristiwa tersebut dari tahun 301 – 400.

Jaman Kala Tirta dibagi menjadi :
RAKSASA : kepentingan. Orang-orang mulai mengejar kepentingan masing-masing, memperlihatkan kehebatannya sendiri-sendiri.
WALKALI : tamak. Orang-orang di tanah Jawa mulai dijalari rasa tamak, hanya menuruti hawa nafsu masing-masing.
RANCANA : percobaan. Manusia hanya memikir kepentingan sendiri, serta menuruti hawa nafsunya saja, maka seringkali mendapat cobaan dari para Dewa.

5. Jaman Kala Rwabara
Diartikan juga sebagai jaman keanehan atau keajaiban. Di waktu itu memang banyak hal-hal yang elok dan aneh-aneh. Terjadi di mana-mana. Rajanya Prabu Basurata di Wirata, sampai Basukesti, antara tahun 401 – 500.

Dibagi menjadi masa kala :
SANCAYA : pergaulan. Banyak pergaulan yang menyebabkan kerukunan di tanah jawa, tetapi sayngnya juga seringkali terjadi perselisihan yang disebabkan pergaulan tersebut.
BYATARA : menguasai. Banyak orang yang memperlebar daerahnya masing-masing.
SWANIDA : pangkat. Orang sudah mulai memikirkan dan mengejar untuk mendapat anugrah dari rajanya.

6. Jaman Kala Rwabawa
Jaman ramai, kesenian mendapat tempat dan seniman-seniman mulai muncul. Di mana-mana orang banyak bersukaria, tahun 501 – 600.

Dibagi menjadi masa kala:
WIBAWA : pengaruh. Banyak sekali orang berwibawa dan mukti atau mendapat kesenangan.
PRABAYA : kekuatan. Banyak orang yang mendapat kekuatan seperti Dewa.
MANUBAWA : sarasehan. Banyak orang yang mengadakan sarasehan, membicarakan ilmu dan pengetahuan, sehingga mendapatkan kelebihan.

7. Jaman Kala Purwa
Jaman terakhir dari jaman permulaan. Disebut Kala Purwa, artinya permulaan. Tunggak jati bersemi. Raja-raja yang lahir dari keturunan orang kecil, meskipun orang kecil tadi sebenarnya keturunan Hyang Brahma yang sudah menjadi orang kecil (jadi sudah tinggal tonggaknya). Atau disebut juga jaman tumbuh-tumbuhan, yang berarti tumbuhnya penguasaan tadi.

Mulai tahun 601 – 700, dibagi menjadi masa kala:
JATI : kesetiaan. Dikala itu banyak orang yang melakukan ulah kapanditan serta banyak yang setia menjadi punggawa raja.
WAKTYA : penurut. Di waktu itu banyak orang yang menjadi penurut, senantiasa menuruti dan mengikuti perintah raja.
MAYANA : kesaktian. Banyak orang yang mencari kesaktian, sebab orang sudah mulai menanti akan turunnya Hyang Wisnu.

B. JAMAN KALI YOGA

1. Jaman Kala Brata
Jaman permulaan telah berakhir dan berganti masuk ke dalam jaman pertengahan, dimulai dengan jaman Kala Brata, artinya bertapa. Di mana-mana banyak pertapaan yang timbul seperti jamur di musim hujan. Banyak orang yang bertapa brata. Dijaman ini terjadi Perang Barata Yuda.

Jaman ini dari tahun 701 – 800, dan terbagi menjadi:
YUDA : perang. Banyaknya peperangan, antara lain perang Barata Yuda yang memperebutkan Negara Astina.
WAHYA : Pengutaraan. Waktu itu telah ada keadilan dan peraturan agama, sehingga semakin banyak yang berani mengutarakan isi hatinya dengan tiada takut.
WAHANA : kenyataan. Orang-orang mulai banyak yang membeberkan kenyataan, ramalan serta jangka segala kejadian.

2. Jaman Kala Dwara
Dwara berarti pintu. Di tanah Jawa banyak orang yang dapat membuka pintu kegaiban. Seperti membuat ramalan, jangka-jangka. Pada jaman inilah hidup Prabu Jayabaya yang membuat ramalan Jayabaya mengenai tanah Jawa.yang gaib-gaib pun terbuka.

Jaman yang dimulai dari tahun 801 – 900 tersebut terbagi menjadi :
SAMBADA : sesuai. Di mana-mana banyak orang yang saling menyesuaikan atau cari yang sesuai sehingga menjadi teman.
SAMBAWA : keajaiban. Di mana-mana banyak yang mendapat keajaiban, akan tetapi akhirnya berlaku serong.
SANGKARA : pekerjaan. Banyak yang sangat bernafsu bekerja, sehingga menyebabkan rusaknya badan.

3. Jaman Kala Dawpara
Diartikan pula dengan jaman keajaiban. Banyak terjadi hal-hal diluar akal manusia. Hidupnya Ratu Baka dan berdirinya Candi Prambanan.

Jaman ini dimulai tahun 900 – 1.001. Terbagi menjadi :
MANGKARA : ragu-ragu. Banyak orang yang penuh keragu-raguan dalam menjalankan sesuatu.
CARUKA : perebutan. Banyak orang merebutkan tanah, dan saling menangnya sendiri.
MANGANDRA : perselisihan. Perselisihan yang terjauh inilah yang membuat kehebohan di muka bumi.

4. Jaman Kala Praniti
Artinya memeriksa. Keadaan jaman aman dan tentram setelah meninggalnya Prabu Dewatacengkar yang pemakan manusia (kanibalis).kesempatan bagi para cerdik pandai untuk mengadakan penelitian dan olah pikir.

Jaman ini diawali dari tahun 1.001 – 1.100, terbagi menjadi:
PARINGGA : kesayangan. Terbukti dengan timbulnya pelbagai hal sampai kesayangan mengenai turunan sebab orang mulai menipis dimakan oleh Dewatacengkar.
DARAKA : sabar. Ternyata diwaktu itu orang Jawa berhati sabar karena ketentraman hati rajanya adil parama arta.
WIYAKA : pengetahuan. Melambangkan banyak orang mencari tambahan pengetahuan, sehingga banyak yang menjadi cerdik pandai.

5. Jaman Kala Tetaka
Artinya banyak orang yang mulai berdatangan dari lain Negara ke tanah Jawa. Jumlah penduduk di Pulau Jawa waktu itu sejuta keluarga. Inilah jaman Jenggala Kediri.

Jaman ini dimulai tahun 1.101 – 1.200, masa kalanya:
SAYAGA : bersiap-siap. Pada masa itu ada sayembara besar Dewi Kelasmani, sehingga orang-orang harus bersiap-siap menyambut datngnya tamu-tamu (wisatawan) dari Negara lain.
PRAWASA : kekuasaan. Di jaman ini banyak orang memperlihatkan kekuasaan yang utama dari orang seberang atau lain daerah yang merasa tidak kesampaian maksudnya dalam sayembara tersebut. Mereka mulai marah kemudian menjadi perang.
BANDAWALA : perang. Membuktikan di waktu itu banyak orang Jawa yang gemar melakukan latihan perang tanding, sebab rajanya juga gemar akan ilmu keprajuritan.

6. Jaman Kala Wisesa
Berarti kekuasaan. Terbukti bahwa pada jaman ini selama seratus tahun banyak sekali raja yang mempergunakan kewenangannya untuk menghukum yang bersalah. Sudah menginjak jaman Majapahit.

Tahun 1.201 – 1.300, terbagi dalam masa kala:
MAPURUSA : jaman sentausa. Disana-sini banyak orang yang sentausa hati dan rukun dengan teman-temannya. Banyak yang kuat dan sakti.
NISDITYA : hancurnya raksasa. Orang-orang atas perintah rajanya menghancurkan para raksasa, sebab Hyang Wisnu sudah tidak akan turn ke bumi lagi.
KINDAKA : air. melambangkan adanya banjir serta bencana alam, sehingga Negara Jenggala tenggelam.

7. Jaman Kala Wisaya
Berarti jaman fitnah. Disana-sini tersebar fitnah, sehingga akhirnya mendapat hukuman. Jaman bertepatan dengan berdirinya kerajaan Demak, disusul saling berebut kekuasaan antara saudara.

Dimulai tahun 1.301 – 1.400, dibagi menjadi:
PAEKA : berarti fitnah juga. Perbuatan hanya mengejar kepentingan diri sendiri dengan mencelakakan lainnya, sehingga merenggangkan persahabatan.
AMBONDAN : makar. Banyak yang berpegang pada pendiriannya sendiri-sendiri, tidak mengaku leluhurnya, sehingga menimbulkan kerepotan.
ANINGKAL : menendang. Menunjukkan banyak sekali orang yang saling bertendang-tendangan untuk kepentingan diri pribadi hingga menimbulkan perselisihan.

C. JAMAN KALI SANGARA

1. Jaman Kala Jangga
Ada yang mengartikan bunga gadung, tetapi ada pula yang mengartikan Dewa Asmara. Sebagai lambang bahwa waktu itu banyak orang berolah asmara, tetapi juga banyak yang berolah hebat-hebat.

Dari tahun 1.401 – 1.500, dibagi:
JAYAHA : keluhuran. Diwaktu itu yang dikejar adalah keluhuran, mencari kesaktian.
WARIDA : rahasia. Melambangkan mereka yang hidup suka sekali kerahasiaan.
KAWATI : melambangkan manusia-manusia di jaman itu suka sekali mengadakan sarasanan.

2. Jaman Kala Sakti
Berarti sama dengan Sang Hyang Wisnu, perlambang keprajuritan. Orang-orang di jaman tersebut suka mengejar ulah keprajuritan dan kesaktian, dari raja sampai penduduknya.

Sejak 1.501 – 1600, dibagi dalam masa kala:
GIRINATA : berarti gunung besar. Karena di waktu itu banyak sekali orang yang diluhur-luhurkan. Yang besar semakin besar saja.
WISUDDA : pengangkatan. Raja-raja diangkat, tetapi juga banyak rakyat yang diangkat. Karenanya banyak orang yang berebut muka.
KRIDAWA : bicara palsu. Disana-sini banyak orang yang pandai dan banyak bicaranya, tetapi hanya didorong oleh nafsunya, sehingga menimbulkan perselisihan.

3. Jaman Kala Jaya
Artinya kejayaan. Banyak yang mencari dan mengejar kejayaan. Menyebabkan timbulnya persaingan, seringkali dengan cara-cara yang kurang terpuji.

Dari tahun 1.601 – 1.700, masa kalanya:
SRENGGYA : angkuh. Melambangkan keangkuhan yang timbul karena mengejar kehidupannya sendiri-sendiri, lupa sanak, lupa saudara.
REREWA : kepalsuan. Dimana-mana banyak kepalsuan untuk mencapai maksud.
NISATA : tanpa kesopanan. Banyak yang meninggalkan kesopanan, meninggalkan adat kebiasaan, demi mengejar kebutuhan sendiri. Lebih-lebih karena ada dorongan dari bangsa lain, sehingga menimbulkan kurang sentausa. Banyak orang yang tanpa malu-malu lagi.

4. Jaman Kala Bendu
Berarti jaman kemarahan, disebut juga jaman edan. Banyak orang yang mendapat bebendu (kemarahan), disebabkan mengejar kepentingan pribadi. Seringkali bentrok antara satu dengan lainnya. Angkara murka menguasai keadaan. Orang lupa pada rekan, lebih banyak memikirkan kepentingan masing-masing. Kehidupan pun susah.

Berjalan sejak tahun 1.700 – 1.800, masa kalanya terbagi:
ARTATI : uang. Orang-orang mengejar uang melulu. Kehidupan sulit, meski manusia tetap bekerja membanting tulang.
NISTANA : kemelaratan. Kehidupan diliputi kemelaratan, tanah sudah berkurang kekayaannya, banyak orang berbuat buruk karena dikuasai nafsu keserakahannya.
JUTYA : kejahatan. Orang di tanah Jawa banyak yang berbuat kejahatan di dalam hatinya dan menimbulkan perbuatan jail dimana-mana.

5. Jaman Kala Suba
Jaman kegembiraan. Diwaktu itu hanya kegembiraan yang dijumpai dimana-mana. Tanpa kesulitan. Rakyat kecil gembira dan tertawa. Tidak ada pencuri dan orang jahat (ini bersamaan dengan turunnya ratu ginaib yang bernama Raja Amisan, juga disebut Sultan Herucokro yang adil).

Jaman ini sejak tahun 1.801 – 1.900, yang terbagi dalam:
WIBAWA : kewibawaan. Yang ada hanya kewibawaan saja, makan dan sandang sudah tercukupi.
SAEKA : bersatu. Melambangkan kesatuan dan persatuan di jaman tersebut, menyebabkan kebahagiaan di bumi.
SANTOSA : kuat. Melambangkan diwaktu itu banyak orang yang sentausa budi pekertinya dan besar faedahnya.

6. Jaman Kala Sumbaga
Artinya kondang. Sebab, selain Negara terkenal sampai ke seluruh penjuru jagad, juga banyak penduduk serta raja yang mengejar ketenaran, namun dengan cara yang baik dan berfaedah bagi Negara.

Dari tahun 1.901 – 2.000, terbagi menjadi:
ANDANA : member. Kala itu penghidupan sangat murah dan banyak orang yang memberi dana kepada sesamanya dengan sukarela.
KARENA : kesenangan. Penduduk dapat menuruti segala kesenangan, sebab sudah tidak ada kesulitan lagi.
SRIYANA : tempat yang baik. Pembangunan dimulai untuk tempat tinggal yang baik-baik dan menimbulkan perasaan tenteram, menimbulkan semangat yang menuju kebaikan.

7. Jaman Kala Surata
Artinya jaman kehalusan. Diwaktu itu orang banyak mengejar kebaikan budi pekerti setelah ditinggal pergi oleh musuh yang mendatanginya. Tanpa kesulitan dan suka sekali pada hal-hal asmara.

Jaman ini dimulai dari tahu 2.001 - 2.100, tebagi:
DARAMANA : luas. Banyak orang yang luas pemandangannya, luas hatinya, memberikan ampunan, dan rukun.
WATARA : sederhana. Banyak yang menyukai hidup dengan sederhana, sebab ketentraman sudah merata.
ISAKA : pegangan. Mereka ingat pada pegangan hidup. Mencari ilmu ketenangan batin, setiap saat bermufakat ilmu.

KIAMAT KOBRA
Kemudian mendekatlah jaman kiamat yang tidak diketahui kapan waktunya, hanya beberapa tanda bukti sebagai akan datangnya peristiwa tersebut. Banyak sekali jajalaknat yang menggoda manusia.

JARAN SEMBRANI
Muncullah kemudian kuda sembrani yang dapat terbang, itu merupakan titisan dari Prabu Jayabaya (Hyang Wisnu), yang menendang kekanan-kiri, sehingga gunung-gunungpun hancur karenanya.

Kedatangan kuda semrani tersebut bersamaan dengan temannya yang bernama Kelabang Kures, juga Ja-mak-juja (Jajuja wa Majud atau Gog dan Magog) seorang raksasa putih, ditambah lagi munculnya Dabtulardi (Jaka Linglung). Mereka ini merusak dunia, sebab tingkah laku manusia waktu itu sudah seperti tingkah binatang saja.

Barisan pengrusak ini masih ditambah lagi dengan kedatangan Celeng dan Anjing Hitam.

Kemudian datanglah Imam Mahdi yang berpakaian serba putih, dibantu oleh Rijalu’llah Gaib atau juga disebut Wali Ghosul’alam Sembilan, yang terdiri dari : 1. Nabi Kildir, 2. Nabi Armiya, 3. Nabi Ilyas, 4. Nabi Isa, 5. Said Umar Ibnu, 6. Syeh Wais, 7. Said Muhammad Khanafiyah, 8. Seh Senan, dan 9. Seh Malaya yang turun di tanah Arab. Mereka berperang melawan yang pertama-tama tadi.

Sudah menjadi kehendak Pangeran, bumi dirusak dan kelak kemudian hari akan ada umat lagi. Hanya masih dirahasiakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar